Monday, 25 Sep 2017
Berita Kemlu

ASEAN Harus Perkuat Persatuan dan Memainkan Peran Sentral di Kawasan Untuk Memajukan Komunitas ASEAN

“Di tengah dunia yang penuh dengan ketidakpastian, ASEAN harus bersatu sebagai satu keluarga, memastikan kawasan kita tetap damai dan stabil, perekonomian terus berkembang, dan rakyat merasakan manfaat dari masyarakat ASEAN,” demikian disampaikan Menlu RI, Retno Marsudi pada sesi kedua pertemuan AMM Retreat di Pulau Boracay, Filipina 21 Februrari 2017.

Dalam pembahasan mengenai situasi di kawasan dan global, Menlu RI meyampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang besar. Meningkatnya tensi antar negara, pertumbuhan ekonomi global yang lambat, rivalitas antar major power, serta berkembangnya politik populisme dan pragmatisme adalah gambaran dunia dan kawasan yang dihadapi ASEAN saat ini. “Menghadapi tantangan global saat ini, ASEAN harus tangguh, proaktif, menjadi bagian dari solusi sehigga tetap relevan,” tutur Menlu RI.

Menlu RI menambahkan bahwa selama ini ASEAN telah bekerja keras untuk menciptakan dan menjaga perdamaian dan stabilitas, memajukan perekonomian kawasan dan mensejahterakan rakyatnya dalam satu komunitas ASEAN. “Untuk menjaga keberhasilan yang telah dicapai dan memastikan komunitas ASEAN terus maju, ASEAN harus perkuat persatuan dan menjaga sentralitas dan kepemimpinan ASEAN di kawasan,” ucap Menlu RI.

Terkait pembahasan mengenai situasi di Laut China Selatan, Menlu RI menyampaikan pentingnya kesatuan ASEAN dalam menjaga stabilitas di kawasan tersebut. Dalam kaitan ini, ditekankan bahwa DoC dan CoC masih tetap relevan sebagai mekanisme kawasan dalam meningkatkan kepercayaan dan kepastian antar negara di kawasan Laut China Selatan. “ASEAN harus bicara dengan satu suara dengan Tiongkok terkait CoC agar dapat memajukan proses perudingan,” ucap Menlu RI.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan Menlu ASEAN di Yangon bulan Desember 2016, Myanmar menyampaikan update mengenai situasi di Rakhine State. Disampaikan bahwa situasi di Rakhine State mulai membaik dengan masuknya berbagai bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan dan dibukanya akses ke sebagain wilayah di Rakhine State serta selesainya operasi militer. Menlu RI menyampaikan berbagai upaya kerja sama Pemerintah Indonesia dan Myanmar dalam memberikan bantuan kepada masyarakat di Rakhine State secara inklusif. “Indonesia akan terus siap membantu dan mendukung pembangunan di Rakhine State, namun demikian Pemerintah Myanmar memiliki tanggung jawab untuk terus lakukan reformasi dan menciptakan kondisi kondusif di Rakhine State, termasuk dengan mengambil kebijakan yang inklusif ,” tutur Menlu RI.

 Kementerian Luar Negeri

http://www.kemlu.go.id/id/

Post Comment